Menjadi Santri Pemegang Amanah

MENJADI SANTRI PEMEGANG AMANAH

(BELAJAR MENJADI SANTRI YANG MAMPU DIPERCAYA)

Bergerak, menggerakkan dan bertumbuh bersama

Pada serial Kemunzalan pertama, kami telah menyampaikan kepada Abang dan Kakak, tentang posisi Pondok Moderen Munzalan Ashabul Yamin, keistimewaan pondok kita ini, tentang santri, tentang spiritualitas dan hal hal menarik lainnya, yang mungkin tak dimiliki oleh pondok sejenisnya.

Abang dan Kakak yang dirahmati Allah, Pada serial kemunzalanan sebelumnya juga sudah kami sampaikan bahwa PMMAY adalah Pesantren, bukan ormas, bukan LSM, apalagi perusahaan komersial. Karena pesantren, maka hanya ada dua usur yang ada di dalamnya, Yaitu Santri dan Kyai. Para Santri kemudian ada yang diamanahi untuk membantu Kyai dalam proses mengajar yang kemudian disebut dengan istilah Ustadz atau Ustadzah. Selain itu, ada pula santri yang diamanahkan untuk mengelola berbagai kegiatan sosial dan kegiatan usaha pondok. Mereka semua adalah Santri. Santri Penerima Amanah. Sementara mereka yang masih fokus pada tahap belajar baik di KB/TK/ SD/ MBS/ BTQ dan berbagai forum pengajian lainnya adalah santri biasa.

Itulah sebabnya mengapa di Pondok kita tak ada istilah karyawan. Apalagi istilah pekerja profesional. Mereka yang terlibat dalam pengelolaan pondok, baik sebagai Ustadz maupun pengelola, semuanya disebut SANTRI PENERIMA AMANAH.

Disebut dengan Santri, karena para pengelola itu sejatinya adalah seorang santri. Sementara penerima amanah berarti ia sedang menerima anamah dari Pimpinan atau Pengasuh untuk ikut terlibat dalam mengelola Pondok ini.

Oleh karena itu, makanya tak ada istilah gaji atau honor di Pondok kita ini. Juga tak ada istilah upah di pondok ini, apalagi upah lembur, karena kita yang mengabdi di Pondok ini adalah santri yang mengelola rumah kita/ pondok kita. Jadi ingat-ingat selalu ya abang kakak sekalian bahwa siapapun yang ikut serta  mengelola pondok ini adalah santri, sekali lagi santri. Bukan karyawan apalagi.

Abang dan Kakak yang di rahmati Allah, Ihsan adalah hadiah tambahan berupa materi yang diberikan oleh Pimpinan/ Pengasuh kepada para santri penerima amanah. Wujud dari ihsan itu beraneka ragam. Bisa dalam bentuk uang, bisa dalam bentuk bahan-bahan makanan, bisa pula dalam bentuk fasilitas tempat, fasilitas kerja seperti computer, handphone, motor, mobil, bisa fasilitas layanan kesehatan, umroh gratis, atau kombinasi diantaranya.

Kalau ihsan adalah hadiah tambahan, lalu hadiah utamanya apa? Hadiah utamanya adalah ilmu dan spiritual yang diberikan Kyai dan Pimpinan Pondok kepada para santri.

Untuk itu agar semuanya menjadi clear, kami ingin menegaskan sekali lagi, tak ada karyawan di Pondok kita. Juga tak ada istilah gaji, upah, honor di pondok kita.

Oleh karena itu jika ada para direktur, komandan, manajer, para kepala sekolah, stafsus, staf manajemen, serta para ustadz dan ustadzah yang tidak menerima keberadaan Ustadz Luqmanulhakim sebagai Pengasuh/ Pimpinan Pondok ini, maka jelaslah bahwa ia bukanlah santri. Dan apabila ia bukan santri Pondok Modern Munzalan Ashabulyamin, maka ia tak bisa diberikan amanah untuk mengelola apapun di pondok ini.

Alasannya adalah seperti yang kami sampaikan di atas, yaitu karena PMMAY adalah pondok, karena PMMAY adalah pesantren. Bukan LSM, bukan lembaga pemerintahan apalagi perusahaan komersial. Inilah doktrin paling pokok di Pondok ini.

Abang dan Kakak yang dirahmati Allah, pada materi Kemunzalanan sebelumnya juga, sudah kami sampaikan tentang apa itu pesantren, siapa yang disebut kyai dan siapa pula yang disebut dengan santri. Kami ingin menekankan kembali persoalan ini agar kita bisa tetap sadar diri. Bahwa kita ini yang sedang beraktivitas di pondok ini bukanlah karyawan, apalagi seorang pekerja profesional. Bahwa kita yang sedang berada di sini bukanlah seorang pencari pekerjaan yang datang ke Pondok, lalu mendapatkan pekerjaan yang diinginkan di pondok ini. Akan tetapi kita adalah seorang pencari ilmu dan pencari spiritual melalui Pondok ini.

Bahwa saat ini ada di antara kita yang menjadi Pimpinan, ada yang menjadi Direktur, ada yang menjadi kepala seolah, menjadi manajer, menjadi sekpim, staffsus dsb itu semua hanyalah amanah yang diberikan oleh Kyai dan Pimpinan Pondok ini. Amanah dari seorang Kyai kepada santrinya untuk turut serta mengelola dan membangun tempat kita menimba ilmu agama, mengelola dan membangun tempat  pe-santri-an kita yaitu Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin ini.

Abang dan Kakak yang di rahmati Allah. Sebagai seorang santri yang menerima amanah untuk turut serta mengelola pondok ini, baik sebagai Direktur, manajer, kepala sekolah, dsb,  maka sejatinya hal itu berarti bahwa kita semua sedang diberikan kepercayaan untuk mengurus dan mengelola pe-santri-an kita sendiri, mengelola dan mengurus tempat tinggal kita sendiri. Oleh karena itu, mari laksanakan amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Pengasuh dan Pimpinan untuk mengelola Pondok kita ini dengan sebaik-baiknya.

Mengabdi di sini, di Pondok ini bukanlah mengabdi kepada Lembaga milik orang lain. Tapi mengabdi kepada kepada rumah miliki kita sendiri, milik ummat islam. Pondok ini adalah rumah besar kita, maka mari kita urus dan mari kita kelola sebagaimana mengurus dan mengelola rumah kita sendiri. 

Sebagai pemilik rumah ini, kita tentu akan semakin betah jika Pondok kita terkelola dengan baik. Sebagai pemilik rumah ini, kita tentu akan bangga jika rumah ini menjadi besar dan megah. Oleh karena itu mari kita kelola dengan sebaik-baiknya, mari pula kita besarkan, mari pula kita megahkan rumah kita ini.

Abang Kakak yang dirahmati Allah. Kami mengingatkan kita semua sebagai santri di pondok ini agar jangan pernah terbetik sedikitpun niat untuk merusak apalagi menghancurkan Pondok ini. Bukankah pondok ini adalah rumah kita sendiri. Bukankah Pondok ini adalah PE-SANTRI-AN, tempat tinggal kita sebagai santri?

Dan Abang dan Kakak yang dirahmati Allah, bukankah kita akan menjadi orang yang aneh jika kita justru ingin merusak atau menghancurkan pe-santri-an kita, menghancurkan tempat tinggal kita sendiri.

Maka jangan pernah melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji yang bisa merusak rumah kita, misalnya dengan mengambil fasilitas-fasilitas yang ada di Pondok, merusak fasilitas yang ada, melakukan manipulasi, melakukan korupsi, atau mark up harga saat diberi amanah untuk belanja barang dan jasa dsb.

Bayangkan, jika kita membeli rumah di sebuah tempat, tapi kita tidak memeliharanya dengan baik, bahkan kita merusak rumah kita sendiri, kita pecahkan kacanya, kita rusak pintunya dsb. Bukankah itu aneh Abang dan Kakak sekalian.

Jika kita sampai melakukan hal seperti itu pada rumah kita sendiri, kita  bukan saja aneh, tapi kita mungkin sedang mengalami gangguan jiwa. Karena hanya orang gilalah yang mau merusak dan menghancurkan rumahnya sendiri.

Pada kesempatan ini Kami, Pimpinan PMMAY  ingin memastikan bahwa, di pondok ini, di tempat tinggal kita ini,  tak ada orang-orang gila, yaitu orang-orang yang ingin merusak dan merobohkan tempat tinggalnya sendiri. 

Mudah-mudahan taka da orang gila yang tinggal Bersama kita di Pondok ini.  Karena sebagai orang yang normal, kami pikir tak ada satupun dari kita semua yang mau tinggal satu rumah dengan orang gila.

Abang dan Kakak yang dirahmati Allah,

Pondok yang kita cintai ini baru berumur 5 tahun. Namun, tepat pada tanggal 15 Juni 2020 nanti, pondok kita akan berumur 6 tahun.  Biidsznillah, dalam usia yang masih teramat belia, Pondok kita telah berkembang dengan pesat. Data terakhir, jumlah santri yang turut mengabdi untuk mengelola dan membesarkan pondok kita ada 200an orang lebih. Pada masa awal sekitar tahun  2015 jumlah pengelolanya tak lebih dari 10 orang. Jadi ada pertambahan sebesar 20 kali lipat, atau 2000% dalam jangka waktu 5 tahun. 

Jumlah lembaga dakwah dan lembaga pendidikan kita juga bertambah banyak. Dulu yang formal hanya ada 4, 2 buah Masjid, lalu  KB/ TK PAS AY dan Baitulmaal PMMAY. Sekarang jumlah  lembaganya  tak kurang dari 17 lembaga. Dan beberapa lembaga punya cabang-cabang lagi, seperti KB/TK PAS AY, BMI, dan unit usaha Roti Gembul. Totalnya saat ini tak kurang dari 30 unit lembaga.

Sementara salah satu lembaga di amal sosial, yaitu GIB/ Paskas juga menyebar ke seluruh Indonesia. Jika dulu awalnya hanya bergerak di 2 kota saja, yaitu kota Pontianak dan Kubu Raya, sekarang sudah ada di 60 Kab/ Kota. Dari Aceh sampai Papua. Jumlah relawannya juga berkembang pesat, yang awalnya hanya belasan orang saja, sekarang sudah menjadi tak kurang dari 2800 orang. Jumlah beras yang berhasil dikumpulkan dan didistribusikan yang awalanya hanya 1 ton saja per bulan, kini sudah meningkat menjadi 400 ton lebih. Jumlah lembaga penerima manfaat yang awalnya hanya tiga pondok pesantren saja, kini telah berkembang menjadi 1800an pesantren lebih. Jumlah individu penerima manfaat yang awalnya hanya puluhan orang saja tiap bulannya, kini telah mencapai ratusan ribu jumlahnya. Masyaallah.

Abang dan Kakak yang dirahmati Allah. Kita bisa lebih kuat, kita bisa bergerak lebih keras dan lebih luas, bukan karena kita ini orang hebat. Bukan pula karena kita ini orang-orang pintar. Tapi karena Allah telah melimpahkan keberkahan kepada kita semua sehingga kita menjadi santri-santri Pondok yang dapat berbuat lebih banyak untuk kemashlahatan ummat.

Maka Abang dan Kakak sekalian memperjuangkan pondok yang istimewa dan penuh berkah ini agar dapat tetap eksis dan dapat berkembang terus adalah sebuah perjuangan yang bernilai tinggi. Karena yang kita perjuangkan itu sangat diperlukan bagi manusia. Khususnya manusia-manusia modern di akhir zaman ini.

Oleh karena itu untuk mengingatkan kita semua tentang keistimewaan pondok ini, Kyai kita Gurunda Ustadz Luqmanulhakim kemudian mengabadikannya dalam 3 kata, yaitu Bergerak, menggerakkan dan bertumbuh bersama.

Oleh karena itu pada kesempatan ini kami atas nama pimpinan dan pengasuh mengajak abang kakak semua, Mari kita berjuang bersama untuk memajukan pondok ini.  Lewat pondok ini kita akan memberikan sumbangsih yang tak ternilai bagi generasi yang akan datang berupa nilai-nilai, ilmu pengetahuan, serta spiritual yang saat ini sudah semakin kering di tengah kehidupan manusia.

Abang dan Kakak yang dirahmati Allah, pada materi kemunzalanan serial ini kami ingin mengajak Abang dan Kakak yang telah menjadi santri penerima amanah agar dapat semakin bersungguh-sungguh menjalankan amanat yang telah diberikan oleh Pengasuh / Pimpinan Pondok. Kami mengajak pula agar kita semua dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pondok kita ini. Ayo kerahkan segala potensi yang kita miliki untuk memajukan pondok ini.

Karena sesungguhya pondok ini milik ummat yang kita kelola bersama. Pondok ini bukanlah milik kami para pimpinan. Kami para Pimpinan hanya sekedar menjalankan kewajiban untuk menjaga agar seluruh aset yang telah dilimpahkahkan Allah dan dititipkan ummat kepada kita semua dapat kita kelola dengan sebaik-baiknya agar dapat lebih bermanfaat bagi kepentingan ummat.

Kami juga berharap, agar anak cucu kita kelak tak perlu lagi bekerja di mana-mana. Mengabdilah saja di pondok kita. Baik sebagai guru atau pengajar, atau sebagai pengelola di amal sosial dan atau amal usaha milik pondok kita.

Maka Abang Kakak semua mulai sekarang niatkanlah untuk menyekolahkan anak-anak kita semua di pondok kita ini. Di KB. TK nya, di Sd-nya, di tsanawiyahnya. Agar bisa menjadi kader-kader kita yang akan meneruskan perjuangan melalui pondok kita ini. Jangan sekolahkan anak-anak kita di lembaga lainnya. Kita tak tahu orientasi pendidikan di lembaga lain. Kita tak kenal siapa guru-gurunya dan guru-gurunya tak kenal dan tak mau mengenal kita.

Dengan menyekolahkan anak-anak kita di pondok kita ini berarti anak-anak kita akan menjadi kader pondok ini. Merekalah yang kelak akan melanjutkan perjuangan kita. Anak-anak Abang/ Kakak lah yang kelak akan menggantikan kami sebagai pimpinan. Akan menggantikan para direktur, akan menggantikan para manajer, menggantikan para penggerak di Paskas/ GIB, serta  menggantikan para guru di Pondok kita ini.

Kelak jika anak-anak kita telah memiliki anak lagi, pastikan pula mereka belajar lagi di pondok kita. Agar ada yang menjadi penerus perjuangan ayah ibunya, dan atau kakek-neneknya yang mungkin sudah wafat. Yang mungkin sudah lapuk daging dan tulangnya di dalam tanah.

Kita tak tahu kapan kita akan mati dan menjadi lapuk di bawah tanah. Yang kita tahu hanyalah saat ini kita masih hidup, maka mari kita gunakan kesempatan hidup ini sebaik-baiknya untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi selanjutnya 10, 100, bahkan 1000 tahun yang akan datang. Semoga dengan demikian pahala kita mengalir terus sampai kita beristirahat di alam barzah hingga dibangkitkan kembali oleh Allah SWT di padang Mahsyar nanti.

 

 

Mari bersama mengarungi lautan peradaban bersama rumah kita semua, kapal kita, Munzalan namanya.

 

April 2020

Staf Khusus Bidang Literasi dan Penerbitan